Mbah Maridjan Ngga “Roso” Lagi

27 Oct 2010

Siapa yang tidak kenal dengan sosok orang tua sekaligus orang yang dituakan di daerah gunung Merapi, Mbah Maridjan? Diawali dengan pandangan dan sikap kontroversialnya yang bersikukuh menyatakan bahwa Merapi tidak akan meletus, sekitar tahun 2006. Padahal waktu itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana sudah memprediksi akan terjadi letusan gunung merapi yang berdampak menewaskan banyak orang yang tinggal di daerah sekitarnya.

Dengan dalih mendapatkan wangsit dari penunggu Merapi yang dikenal dengan nama Mbah Sapu Jagad, Mbah Maridjan menyatakan bahwa kondisi Merapi masih kondusif dan relatif aman. Bahkan himbauan Sultan Hamengkubuwono X yang saat itu menyarankan para penduduk yang berada di sekitar Merapi agar mau turun gunung dan mengungsi menjauhi puncak merapi, diabaikan oleh warga sana yang lebih percaya pada pernyataan Mbah Maridjan yang menyebutkan Merapi masih dijaga oleh Mbah Sapu Jagad dan tidak akan meletus.

Ternyata terbukti memang benar apa yang dikatakan oleh Mbah Maridjan tentang Merapi waktu itu. Merapi semakin mereda dan tidak jadi meletus. Hal itu pula yang kemudian membuat Mbah Maridjan menjadi sosok selebritas yang mendadak terkenal se Indonesia. Bahkan sosok Mbah Maridjan dijadikan Ikon sebuah produk Iklan dengan sebutan yang terkenal yaitu Roso! yang berarti kuat atau tangguh.

Tapi ternyata saat ini terdengar Kabar bahwa Mbah Maridjan telah meninggal di dalam rumahnya. Akibat dia tetap bersikukuh tidak mau meninggalkan rumahnya, meskipun telah ada peringatan dari Pemerintah tentang status waspada Gunung Merapi yang semakin meningkat.

Salah siapakah ini? Apakah salah Mbah Sapu Jagad sang penunggu Merapi yang Lupa memberitahukan Mbah Maridjan bahwa kali ini Merapi beneran meletus dan akan memakan banyak korban termasuk dirinya sendiri? Atau salah Mbah Maridjan yang tetap ngeyel meskipun sang penunggu telah mengingatkan tentang meletusnya Merapi dan menyuruh warga sekitar Merapi untuk mengungsi?

Dari sudut pandang pribadi, saya melihat dari awal sebenarnya ada campur tangan syetan yang ingin memanfaatkan rangkaian peristiwa meletusnya Gunung Merapi, untuk membuat manusia terjerumus ke perbuatan syirik. Sang syetan dengan segala tipu dayanya coba mempengaruhi manusia untuk berfikir bahwa di puncak gunung merapi itu memang bersemayam sosok penunggu Merapi yang mesti dihormati, disesajeni, bahkan disembah oleh warga sekitarnya.

Saat tahun 2006, syetan yang mengetahui bahwa keluarnya wedus gembel dari puncak merapi tidak akan disusul oleh ledakan gunung, membisikkan tipu daya ke orang-orang di sekitar Merapi termasuk Mbah Maridjan untuk tetap tenang dan memastikan Merapi tidak akan meletus. Asalkan mereka tetap menyediakan sesajen untuk penunggu merapi.

Dan ketika bisikkan syetan waktu itu terbukti dengan tidak jadi meletusnya Merapi, maka tingkat kesyirikan orang-orang di sekitar Merapi pun menjadi meningkat dan semakin mempercayai bahwa benar di Gunung Merapi itu ada penunggunya yang mesti dihormati dan tetap diberikan sesajen. Bahkan orang-orang yang letaknya jauh dari merapi pun jadi mempercayai hal itu, dengan kemunculan dan semakin terkenalnya Mbah Maridjan di tivi-tivi.

Tapi apa yang bisa dilakukan syetan ketika akhirnya takdir Tuhan menghendaki Merapi benar-benar meletus? Bahkan dia pun tidak bisa menyelamatkan Mbah Maridjan yang dulu menjadi juru bicaranya. Hingga kini Mbah Maridjan ngga Roso lagi dan menjadi salah satu korban dari letusan Gunung Merapi.

Dari kejadian ini, dan banyak kejadian lain yang disisipi oleh syetan untuk menyebarkan tipu dayanya, semoga kita bisa belajar bahwa setiap kejadian di dunia ini adalah takdir dari Tuhan. Maka kita sebagai manusia hendaknya hanyalah memohon kepada-Nya tanpa melalui perbuatan-perbuatan yang dapat menjurus ke arah syirik. Agar kita dapat terhindar dari segala macam bencana dan marabahaya. Selain itu, sebagai mahluk yang diberikan akal oleh Tuhan, kita pun hendaknya dapat berfikir dan mencari cara agar bisa terhindar dari bencana yang akan terjadi.


TAGS mbah maridjan gunung merapi merapi meletus wedus gember roso


-

Author

Follow Me