I am so crispy (Ilmu adalah cahaya)

18 Sep 2010

Gue lagi pusing nih mikirin kerjaan di kantor. Sebenernya sih, gue ngerasa agak kesel juga, dengan kebijakkan perusahaan membeli perangkat server yang baru. Bukan apa-apa, soalnya gara-gara hal itu gue jadi makin banyak kerjaan.

Dengan server baru yang menggunakan operating system berbeda dari operating system server yang biasa gue pake, mau ngga mau gue mesti belajar lagi, untuk mengoperasikan server tersebut. Udah gitu, waktu yang disediakan untuk mengimplementasikan server baru itu bener-bener mepet banget. Dalam waktu satu minggu, pihak manajemen mau server baru itu udah bisa beroperasi.

Dan entah kenapa, gue ngerasa otak gue ini makin lama kok makin tumpul ya dalam mempelajari hal yang baru? Padahal dulu, gue seneng banget yang namanya belajar ilmu baru. Dari mulai ilmu pelet, sampe ilmu kebal bacok, semuanya gue pelajarin! {Loe ini teknisi IT, atau paranormal??}

Tapi malem itu, pas gue lagi pusing mempelajari operating system dari server yang baru, gue mendapatkan pencerahan dari bos gue, pak Joni. Waktu itu, gue lagi sibuk ngotak-ngatik server di kantor sampe malem. Dan kebetulan, pak Joni juga belum pulang kantor.

Lagi sibuk apa, kamu Man? Kok keliatannya pusing banget, sampe mukanya jelek begitu? Tanya pak Joni sambil menghampiri meja gue.

Kalo jelek sih, udah dari dulu, Pak! Tapi memang saya lagi pusing mempelajari bagaimana cara untuk mengoperasikan server baru ini.

Oooh itu! Memangnya bagian mana yang bikin kamu pusing?

Ini loh pak, bagian 3 mendatar, 7 kotak. Monyet apa yang bisa terbang?? {Yaaah, kenapa jadi ngisi TTS?}

Entah kenapa, makin lama kok saya merasa makin sulit dalam mempelajari ilmu baru ya, Pak? Keluh gue ke pak Joni waktu itu.

Mendengar hal itu, Pak Joni kemudian tersenyum, sambil ngomong gini Man, kalau kamu mau lebih mudah dalam mempelajari sebuah ilmu, maka kamu harus memahami terlebih dahulu makna dari ilmu itu sendiri.

Maksudnya gimana tuh, Pak? Tanya gue penasaran dengan apa yang dimaksud dengan makna dari ilmu menurut Pak Joni.

Gini Man, sekarang apa yang terjadi kalo saya mematikan semua lampu yang ada di ruangan, seperti ini. Kata Pak Joni, sambil menekan tombol sakelar lampu yang ada di ruangan tersebut.

Karena hari emang udah malem, ketika lampu di ruangan itu dimatikan oleh pak Joni, otomatis seisi ruangan jadi gelap. Dan gue ngga bisa melihat apa pun.

Wah, saya jadi ngga bisa melihat apa-apa nih, Pak. Jawab gue spontan.

Nah kalo saya nyalakan kembali lampunya, seperti ini? Tanya pak Joni setelah dia menyalakan kembali lampu di ruangan itu.

Nah, kalo gini semuanya jadi terang, Pak. Saya bisa melihat Bapak dan semua benda yang ada di sekeliling saya.

Kamu tau Man, sebenarnya ilmu itu juga seperti sebuah cahaya. Ketika kita jauh dari ilmu, maka hidup kita akan menjadi gelap. Kita tidak tau apa yang ada di sekeliling kita, dan kita juga jadi tidak bisa membedakan mana yang bagus (sambil nunjuk ke dirinya) dan mana yang jelek (sambil nunjuk ke arah gue!!).

Dan orang yang menjalani hidup tanpa ilmu, sama seperti orang yang berjalan dalam kegelapan, Man. Dia akan berjalan sambil meraba-raba tanpa tau arah dan tujuan yang pasti, bahkan sangat mungkin dia akan tersandung dan terjatuh karena dia tidak bisa melihat rintangan yang ada di hadapannya. Lanjut Pak Joni.

Jadi, ketika kita sedang mencari atau mempalajari sebuah ilmu, maka kita harus menyadari terlebih dahulu bahwa ilmu yang sedang kita pelajari itu, akan menjadi cahaya yang dapat menerangi jalan hidup kita. Dan bukannya menjadi sebuah beban yang mesti kita tanggung.

Bener juga ya apa yang dibilang bos gue ini. Saat ini, gue merasa kesulitan dalam mepelajari system operasi server yang baru, mungkin karena gue menganggapnya sebagai sebuah beban, bukannya sebagai sebuah ilmu yang merupakan cahaya yang bisa menerangi jalan hidup gue.

Nah, sekarang coba kamu lihat ke arah langit. Apa kamu bisa melihat ada bintang di atas sana? Pak Joni kemudian menyuruh gue melihat bintang di langit, lewat jendela yang ada di ruangan tersebut.

Wah, saya ngga ngeliat bintang sama sekali, Pak. Mungkin karena sebagian langit tertutup awan, kali ya? Tapi di bagian langit yang ngga tertutup awan juga, ngga keliatan ada bintangnya, Pak? Jawab gue yang memang saat itu ngga ngeliat ada bintang di langit.

Nah, kamu tau ngga kenapa kamu ngga bisa melihat bintang yang merupakan sumber cahaya, di langit? Tanya pak Joni lagi.

Ya itu tadi pak, salah satunya karena tertutup awan.

Itu betul Man, dan alasan yang lain kenapa kita tidak bisa melihat bintang di langit adalah karena adanya cahaya dari lampu-lampu kota dan gedung yang ada disekitar kita.”

“Sama seperti ketika kita ingin mempelajari ilmu, yang diibaratkan sebagai cahaya. Kita akan sulit dalam mempelajari ilmu tersebut kalau pikiran kita ditutupi atau dipenuhi oleh hal-hal yang lain.

Dan kalau kita mau bisa melihat bintang dengan jelas, maka kita mesti berada di sebuah daerah terbuka dan tidak dipengaruhi oleh cahaya lain. Atau bisa juga dengan cara memfokuskan mata kita pada teropong bintang.”

“Hal itu juga sama saat kita mau mempelajari ilmu, Man. Kita akan lebih mudah dalam mempelajarinya, ketika pikiran kita terbuka dan tidak dipengaruhi pikiran-pikiran lain. Atau kita bisa lebih mudah belajar ilmu, ketika kita benar-benar fokus pada ilmu yang tengah kita pelajari tersebut.

Dari obrolan gue dengan pak Joni malem itu, banyak hal yang bisa gue petik tentang makna dari ilmu. Ternyata mempelajari atau mencari ilmu itu janganlah dijadikan sebagai sebuah beban. Karena ilmu adalah cahaya yang bisa menerangi hidup kita, sehingga kita bisa tau arah dan tujuan dalam menjalani hidup ini. Serta dengan ilmu, kita juga jadi bisa lebih mudah dalam membedakan mana yang baik, dan mana yang buruk dari apa yang ada di sekeliling kita.

Selain itu, saat kita ingin mempelajari ilmu sama halnya seperti ketika kita ingin melihat bintang sebagai sumber cahaya, di langit. Sebaiknya kita mempelajari ilmu dengan pikiran yang terbuka, dan mengeyampingkan pikiran-pikiran lain yang mungkin bisa menggangu kita dalam mempelajarinya. Dan kita juga harus berusaha semaksimal mungkin untuk bisa fokus dalam mempelajari ilmu yang ingin kita dapatkan tersebut.


TAGS I am so crispy humor Hilman ilmu cahaya ilmu adalah cahaya


-

Author

Follow Me